Categories
Parenting

Gangguan Henti Napas Saat Tidur

# Mamil dengan DG alami gangguan henti napas saat tidur. Studi dari Thailand menemukan , perempuan hamil Asia yang menderita diabetes selama kehamilan, biasanya akan mengalami gang guan obstructive sleep apnea (OSA) atau gangguan henti napas saat tidur. Gangguan OSA, kata Sirimon Reutrakul, MD, asisten profesor dari Mahidol University Faculty of Medicine, Bangkok, Thailand, yang ambil bagian dalam studi ini, merupakan salah satu gangguan yang menyertai perempuan dengan DG.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

TANGGAPAN PAKAR: Suatu penelitian yang membandingkan kejadian OSA antara mamil dengan DG dan non-DG, hasilnya malah menyebutkan mamil dengan ‘* berisiko 3-4  kali lipat mengalami OSA dibandingkan dengan mamil normal. Hal ini terjadi karena OSA memiliki kaitan erat de ngan resistansi insulin. Namun demikian, penelitian ini merupakan penelitian berskala kecil yang melibatkan 15 perempuan hamil sehingga dibutuhkan penelitian yang melibatkan pasien lebih banyak agar dapat diambil kesimpulan yang lebih meyakinkan. OSA pada mamil berpengaruh terhadap tersumbatnya alir an udara yang mengakibatkan penurunan oksigen.

Kondisi ini membuat mamil mudah terba ngun dan tentunya berpengaruh pada kualitas tidur mamil. Dampak lebih lanjutnya, kadar oksigen yang menurun secara berkala saat tidur akan menghambat pertumbuhan janin, umumnya berat badan janin jadi lebih kecil diban dingkan usia kehamilan. Untuk mengatasi, mamil sebaik nya menggunakan obat tetes hidung berbahan air garam sebelum tidur agar tak terjadi penyumbatan di hidung.

Selain itu, mamil disarankan tidur dalam posisi miring, karena posisi ini mampu menjaga lidah dan jaringan lunak di mulut tidak jatuh ke belakang yang dapat menghambat masuknya aliran udara. Atur pula posisi kepala lebih tinggi agar mempermudah pernapasan dan mendorong lidah serta rahang untuk ber gerak ke depan.

# Kejadian DG dipengaruhi oleh jenis kelamin janin. Menurut studi yang dimuat di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, risiko mamil mengalami DG atau hiperglikemia dapat lebih besar apabila janin yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian ini juga mengungkap, meski mengan dung bayi laki-laki dapat meningkatkan risiko DG, bukan berarti risiko ini akan semakin tinggi untuk terjadi kembali pada kehamilan berikutnya.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *