Categories
Parenting

Hal Tentang Bayi Yang Bikin Takjub Bag4

Hanya karena bayi Mama senang menunggu sampai 17 bulan sebelum melakukan langkah pertamanya bukan berarti dia tidak akan bisa berlari cepat ke arah Mama. “Putra saya tidak mau berjalan hingga ia berumur 15 bulan,” ujar salah seorang mama. “Saya tadinya mengira hal itu merupakan penanda kete rampilan atletiknya di masa depan, tapi ternyata sejauh ini dialah yang paling atletis di antara ketiga anak saya.”

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta dan program beasiswa kuliah di Jerman untuk kuliah di sana “ upstory.org ~

Terkait perkembangan wicara, Ruth menjelaskan perkembangan wicara anak yang terjadi sejak dini terkadang bisa dikaitkan dengan prestasi akademis yang baik di kemudian hari, tapi hal itu tidak berlaku sebaliknya. Apabila si kecil terlambat bicara bukan ber arti ia tidak akan bisa menyelesaikan ulangan bahasa Indonesianya saat duduk di bangku kelas 3 SD. (Siapa yang tidak mengenal Einstein dan Einstein diketahui sebagai anak yang terlambat bicara). Gopnik mengibaratkan perkembangan bayi layaknya sistem dinamik nonlinear.

“Mama tidak mungkin bisa membuat prediksi yang spesifi k atas seseorang berdasarkan kapan mereka mencapai tonggak-tonggak perkembangannya. Hal itu tak ubahnya mencoba memprediksi cuaca 30 tahun yang akan datang.” Meski begitu, jika si kecil tidak mencapai tonggaktonggak perkembangannya sesuai panduan perkembangan yang umum berlaku, bicarakan hal itu dengan dokter anak Mama. (Bayi yang lahir prematur seringnya membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa mencapai tonggak-tonggak perkembangan). 5. Belajar lebih banyak lewat mengobrol.

Di toko mainan mana pun, Mama akan bisa menemukan beragam produk yang dirancang untuk mendorong perkembangan otak bayi. Selain itu, Mama juga bisa menemukan beragam jenis kelas olahraga dan musik khusus bayi di kota Mama. Mainan memang akan menghibur si kecil dan kelas-kelas itu merupakan cara sangat baik untuk bertemu orangtua lain, tapi apakah si kecil akan tertinggal dari bayibayi lain jika Mama tidak memberikannya mainanmainan itu atau memasukkannya ke dalam kelaskelas tadi? Jawabannya, tentu tidak! Tidak ada yang bisa menggantikan eksplorasi gaya kuno dan juga interaksi dalam membantu perkembangan intelektual bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *