Categories
Berita

Kisah Rumah Boneka di Gunung Toga Bag8

Itu pulalah yang mendorong dia membuat pengadeganan kekerasan Helmer terhadap Nora, meskipun tidak berupa kekerasan fsik, kecuali terhadap peralatan pentas (stage props) dan sedikit penggambaran ”nafsu” Helmer di atas meja. Sementara itu, Fathul A. Husein mengatakan dia membawakan ”irama Indonesia” yang mengalir, melodius, dan romantik, tapi tidak tergelincir menjadi melodramatik. Pengajar flsafat seni di Universitas Parahyangan dan kritik seni di ISBI Bandung ini mengatakan tidak berkehendak membawakan drama Ibsen itu menjadi gambaran pertengkaran rumah tangga. ”Dramadrama Ibsen itu bersifat universal meski latar kejadiannya bermula dari rumah tangga,” ujar Fathul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *