Categories
Berita

Menafsir Ulang Monumen Bag6

Beberapa karya berusaha melepaskan diri dari sosok monumen fguratif—tapi masih menyuguhkan monumen dalam bentuk simbol-simbol atau imitasi benda-benda yang memiliki konteks sosial yang kuat. Simaklah karya Teguh S. Priyono berjudul LOVE. Teguh membuat empat benda dari aluminium yang membentuk huruf L-O-VE di dinding. Namun huruf tersebut terbuat dari simbol militer atau kekerasan.

Huruf L terbentuk dari pistol laras pendek, O dari helm tentara, V dari pisau lipat, dan E dari garu. ”Saya mencoba menghindari konvensi patung pada umumnya yang monolit, masif, dan dingin,” ucap Teguh. Di sudut lain, Awan P. Simatupang menghadirkan 60 rangkaian senapan AK-47 yang tergantung di langit-langit dan membidik satu titik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *