Categories
Berita

Menafsir Ulang Monumen Bag7

Dalam karya berjudul Eat Shit and Die itu, Awan membalut senapan dengan tempelan tuts-tuts keyboard komputer. Untuk karyanya itu, Awan menggunakan 300 papan tik komputer bekas. Karya Awan itu menyimbolkan apa yang kini dikenal sebagai keyboard warrior, orangorang yang berlindung di balik identitas anonim di dunia maya untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan.

”Seperti AK-47 yang digunakan teroris, media sosial kini digunakan sebagai senjata yang ampuh dan menjangkau seluruh dunia,” ujar Awan. Ada yang betul-betul berani—lepas bebas menafsirkan monumen dalam bentuk abstrak. Karya Ivan Sagito, The Body Line in the Body, berupa tumpukan ramping belitan, tusuk-menusuk kayu-kayu sonokeling terasa kuat dan enak dipandang mata.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *