Categories
Parenting

Tahapan Persalinan Normal

Persalinan normal merupakan proses melahirkan paling ideal karena dilakukan secara alami. Artinya, bayi keluar melalui jalan lahir (vagina), tidak perlu menggunakan obat-obatan, risiko perdarahan kecil, dan proses pemulihan Mama berlangsung cepat. Selain itu, proses persalinan normal juga turut merangsang kelenjar susu untuk memproduksi kolostrum dan ASI yang diperlukan oleh bayi sejak ia dilahirkan.

“ info lengkap beasiswa kuliah di Jerman gratis untuk S2-S3 “ ~ upstory.org ~

Bayi yang dilahirkan secara normal pun, umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap alergi dan risiko yang rendah untuk menderita asma. Saat kehamilan Mama memasuki usia 37 minggu, artinya janin sudah siap untuk dilahirkan. Di saat ini, Mama tinggal menunggu munculnya tanda tanda persalinan, seperti: kontraksi, ketuban pecah, pembukaan mulut rahim, dll. untuk memastikan bahwa waktu melahirkan sudah tiba.

Mama yang baru melahirkan untuk pertama kali, umumnya akan menjalani proses persalinan cukup panjang, sekitar 10-20 jam. 6ementara, Mama yang pernah melahirkan normal sebelumnya, biasanya melalui proses persalinan yang jauh lebih cepat, cukup bebera pa jam saja. Yuk, pahami seperti apa tahapan persalinan normal yang terbagi ke dalam empat tahap yang disebut Kala ini!

KALA 1 Tahap ini disebut juga fase pembukaan, karena merupakan waktu terjadinya pembukaan serviks (mulut rahim) dari nol hingga lengkap. Kala 1 terbagi lagi ke dalam dua fase, yaitu: Fase Laten Ini adalah saat terjadinya pembukaan mulut rahim dari nol sampai tiga cm. Proses ini berlangsung sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap.

Umumnya, proses ini berlangsung selama delapan jam. Lebih dari itu, dokter akan meng anggap Mama tengah menjalani persalinan dengan kala 1 lama. Ada beberapa faktor yang me nyebabkan pembukaan mulut rahim berjalan sangat lambat sehingga kala 1 berlangsung lama, yaitu: – Kelainan letak janin, seperti: sungsang, melintang, presentasi muka, dahi, dan puncak kepala.

– Kelainan panggul, seperti: rongga panggul (pelvis) terlalu kecil dan cephalopelvic disproportion (CPD). – Kelainan his (kontraksi), yakni ketika kontraksi berlangsung lama (inersia uteri), terlalu kuat (inersia uteri sekunder), ataupun tidak terkoordinasi antara bagian atas, tengah, dan bawah (incoordinate uteri action). Fase Aktif Ini adalah saat terjadinya pembukaan mulut rahim dari empat sampai 10 cm (lengkap). Prosesnya berlangsung lebih cepat dibandingkan fase laten, yakni sekitar enam jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *