Categories
Berita

Warisan Sukarno Bag4

Teror, kata Robespièrre dalam sebuah pidato Februari 1794, ”adalah sebuah pancaran dari kebajikan”, une émanation de la vertu. Hanya dengan teror kebajikan punya daya yang nyata. Maka antara Juni 1793 dan Juli 1794, di masa yang bergolak itu, Robespièrre dan para pengendali politik Prancis membunuh sekitar 16 ribu manusia. Anasir yang dicurigai tak boleh ada dalam Revolusi. Saya tak tahu kapan pertama kalinya teror untuk kemurnian seperti itu terjadi—dan kapan pula akan berakhir. Di abad ke-20, sebuah revolusi lain melakukannya: Partai Komunis, di bawah Stalin, antara 1934 dan 1939, memenjarakan dan membunuh lebih dari 500 ribu orang. Dengan ”teror”-nya, Stalin menunjukkan bahwa komunisme seperti agama: keyakinan yang cemas akan ketidakmurnian. Seperti di wilayah Spanyol, di abad ke-16.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *