Categories
Parenting

Punya Rahim Gantung

Dokter judi yang baik. Saya (28) sudah menikah selama tiga tahun. Namun hingga kini belum hamil juga. Saya sudah berulang kali periksa ke dokter yang berbeda. Hasilnya sebagian besar sama, yaitu saya dan suami dinyatakan tidak ada masalah pada alat alat reproduksi, namun belum dikasih rezeki anak. Kami hanya diminta menjalani hidup sehat. Yang menarik, ada salah satu dokter yang mengatakan saya mempunyai rahim gantung. Apakah yang dimaksud dengan rahim gantung, dok? Apakah jika memiliki kelainan tersebut seseorang akan sulit untuk hamil?

Baca juga : toefl ibt jakarta

Bagaimana solusinya jika ingin hamil? Saya sangat menantikan jawaban dokter judi. Terima kasih. Nira nurahman – bandung saya sendiri tidak mengetahui apa yang disebut rahim gantung. Posisi rahim yang normal ada di tengah rongga panggul, arahnya bisa ke depan atas (antefleksi) atau ke belakang bawah (retrofleksi). Kebanyakan rahim normal posisinya antefleksi. Pada rahim retrofleksi, letak indung telur normal, tetapi posisi rahim menjauhinya, sehingga sering terjadi gangguan pada saluran telur (misalnya tertekuk) dan sulit hamil.

Pasangan suami istri (PASUTRI) yang ingin hamil harus sehat jasmani, rohani dan sosial agar janin yang kelak dikandungnya memang dipersiapkan dengan amat baik. Beberapa pemeriksaan dasar yang harus dilakukan pada Ibu adalah: (1) tanya jawab tentang haid (pertama kali, nyeri, jumlah, interval), riwayat penyakit, riwayat operasi, tingkat stres, adaptasi terhadap lingkungan bari; (2) Pemeriksaan fisik umum dan organ kandungan: TB, BB, IMT (indeks massa tubuh), galaktorea (keluar cairan dari puting susu: gangguan hormonal), periksa dalam (infeksi vagina, posisi rahim, massa, nyeri), Pap’s smear, pemeriksaan kuman vagina;

(3) pemeriksaan laboratorium: penapisan kencing manis, darah rutin, dan analisis hormon perempuan dan HSG (histerosalfingografi) untuk menilai rongga rahim dan saluran telur, apakah tersumbat atau tidak?; dan (4) USG transvaginal: rahim, indung telur, sel telur, kondisi endometrium (selaput lendir rongga rahim). Pada suami perlu dilakukan konsultasi ke Spesialis Andrologi untuk menilai fisik umum, kondisi organ kemaluan, dan analisis sperma. 6ebaiknya ,bu berkonsultasi dengan dokter kandungan di Poliklink Fertilitas RS Hasan Sadikin Bandung. Terima kasih atas pertanyaannya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *