Categories
Parenting

Nyeri Perut Tanda Persalinan Prematur

Nyeri yang timbul pada kondisi terancam persalinan prematur lebih berupa kontraksi atau rasa kencang yang me nyeluruh di wilayah perut, timbulnya terusmenerus dengan selang waktu yang ritmis. Biasanya disertai pula dengan keluarnya lendir bercampur darah ataupun air ketuban.

Baca juga : ausbildung jerman

Jika terjadi nyeri perut yang dicurigai sebagai tanda awal persalinan prematur ini, mamil harus segera memeriksakan kehamilannya ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Selain untuk memastikan, apakah benar nyeri yang dirasakan adalah ancaman prematur atau hanya keluhan normal pada masa kehamilan, juga agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat apabila ternyata bukan nyeri yang normal.

Pasalnya, nyeri perut pada ancaman persalinan prematur, kalau dibiarkan saja, maka proses persalinan akan berjalan terus sehingga terjadilah persalinan bayi yang belum cukup bulan. Tentunya, kelahiran pada usia kehamilan yang belum cukup bulan alias prematur akan berisiko terhadap hidup si bayi. Bagaimanapun, organ-organ vitalnya belum matang. Salah satu risiko nya bayi bisa mengalami gangguan pendengaran, penglihatan, bahkan juga masalah proses belajar (kognisi).

Kondisi paru-parunya yang belum matang juga harus dibantu bernapas de ngan peralatan medis. Nah, mengingat risikonya yang tidak ringan, pada kondisi ini umumnya dokter akan menyarankan Mama untuk melakukan isitrahat total (bedrest). Dokter juga akan mengawasi kemungkinan terjadinya persalinan yang tak terhindarkan, serta memberikan pengobatan untuk menghilangkan kon traksi prematurnya. Kondisi ini biasanya memerlukan perawatan inap agar dokter dapat memberikan pengawasan dan pengobatan yang optimal.

Bisa Dicegah, Kok, Ma!

Nyeri perut pada ancaman persalinan prematur sesung guhnya dapat dicegah. Karena penyebabnya adalah kontraksi yang muncul sebelum waktu yang seharusnya, maka tindakan pencegahannya tentu dengan mencegah timbulnya kontraksi. Caranya? Kenali penyebab timbulnya kontraksi! Paling sering, kontraksi pada kehamilan disebabkan oleh infeksi, umumnya adalah infeksi pada sistem reproduksi dan saluran kemih. Ketika terjadi infeksi, bakteri mengeluarkan substansi yang dapat melemahkan selaput di sekitar kantong amniotik dan menyebabkan ketuban pecah dini.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.