Categories
Berita

Bertarung Menembus Mancanegara

Ketut Deni Ariyasa, 42 tahun, satu di antara pebisnis perak di Celuk, sangat gusar akan banyaknya pengusaha asing yang menguasai ekspor perak dari desanya itu. ”Dari sepuluh besar eksportir perak dari Celuk, hanya dua yang orang Bali,” katanya. ”Pengusaha asing itu menguasai akses pasar karena unggul dalam hal tren desain, penguasaan teknologi, serta permodalan.” Para perajin dan pengusaha perak di Bali lebih berfokus pada penjualan retail di toko atau penjualan partai besar tanpa brand dari pembuatnya. Akibatnya, bukan nama pembuatnya yang terkenal di luar negeri, tapi nama si pembeli. ”Saya sedih sekali. Setiap pameran di luar negeri, nama perak Bali diwakili oleh brand-brand asing, padahal yang mengerjakan perajin-perajin kita,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.