Categories
Berita

Para Hadirin bag5

Daripada berbahasa dengan ungkapan yang akrab di telinga tapi salah kaprah. Tapi mereka yang mengucapkan ”para ulama” dalam pidato tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Sebab, Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menjadi rujukan dalam penggunaan bahasa Indonesia baku kali ini menyebutkan ”ulama” sebagai kata tunggal. Lema ”ulama” oleh KBBI diartikan sebagai ”orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam”.

Dari pengertian itu kita langsung paham bahwa versi KBBI kata ”ulama” bukanlah bentuk kata jamak atau plural. KBBI mendefnisikan ”ulama” sebagai ”orang”, bukan ”orang-orang”. Hal itu dipertegas dengan contoh yang digunakan KBBI: ia seorang ulama besar pada zaman kebangkitan Islam. Kata yang dicetak tebal itu jelas menunjukkan kata tunggal. Kita bisa memulai koreksi ucapan ini menjadi ”para hadir” atau ”para alim”, karena pada dasarnya bahasa adalah sebuah kesepakatan dan kebiasaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *