Categories
Berita

Jurus Silat Dua Koreografer Bag4

Gagasan itu muncul karena Eko dan Ali punya karya tari berbasis gerakan silat, dan keduanya belajar silat sejak kecil. Adapun Ali Sukri menyajikan tarian berjudul Tonggak Raso. ”Tonggak raso artinya fondasi rasa atau jiwa. Silat itu berbicara dengan rasa agar kewaspadaan tak hilang,” katanya. Tonggak Raso memakai properti enam meja berangka besi. Setiap meja dengan total delapan kaki pada dua sisi, berpapan cermin bolak-balik. Sebagian besar kacanya retak dipakai berlatih sehingga banyak ditempeli lakban hitam. ”Kaca itu sebuah pantulan bayangan rasa di dalam tubuh,” ujar koreografer kelahiran 1978 itu. Meja kaca tersebut di awal pertunjukan dikelilingi penari yang duduk bersimpuh.

Categories
Berita

Goyah Karena Hasil Survei Bag5

Mendapat penjelasan dan argumentasi bahwa mengusung Basuki tetap berpeluang menang, Jokowi kembali goyah. Ke pada tamunya, ia kembali menyatakan Basuki tetap calon gubernur prioritas. Yunarto mengakui bertemu dengan Jokowi pada Kamis pekan lalu. Namun, menurut dia, ”Pertemuan hanya membahas kondisi politik terakhir.” Basuki enggan mengomentari informasi yang menyebutkan sikap Jokowi sempat berubah.

”Tanya saja sama mereka,” ujarnya. Pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mulai dibuka Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada Rabu-Jumat pekan ini. Sebelumnya, Istana mengisyaratkan mendukung Basuki menjadi calon yang diusung PDIP. Sejumlah pertemuan juga telah digelar Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memuluskan rencana tersebut.

Categories
Berita

Calon Pilihan Poros Ketiga Bag10

Sebelum berangkat, Yudhoyono memberikan tugas khusus kepada Wakil Ketua Umum Demokrat Sjarifuddin Hasan. Sjarifuddin diminta selalu melaporkan perkembangan mutakhir Ibu Kota. ”Pak SBY memerintahkan saya berkomunikasi dengan partai lain,” kata Sjarifuddin. Belum juga sempat bergerak, Sjarifuddin dihadapkan pada deklarasi Sandiaga-Mardani. Momentum ini justru membuatnya makin tancap gas. Segera dia menghubungi Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PAN Zulki?i Hasan.

Sjarifuddin menjajaki kemungkinan koalisi. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang sedang naik haji, pun dia hubungi via telepon. ”Kami bersama-sama sejak 2004, jadi seperti nostalgia,” ujar Sjarifuddin. Ajakan membentuk koalisi bersambut. Karena itu, Sjarifuddin menghubungi Yusril memberitahukan kemungkinan munculnya opsi pembentukan poros baru bersama PPP, PKB, dan PAN.

Categories
Berita

Warisan Sukarno Bag4

Teror, kata Robespièrre dalam sebuah pidato Februari 1794, ”adalah sebuah pancaran dari kebajikan”, une émanation de la vertu. Hanya dengan teror kebajikan punya daya yang nyata. Maka antara Juni 1793 dan Juli 1794, di masa yang bergolak itu, Robespièrre dan para pengendali politik Prancis membunuh sekitar 16 ribu manusia. Anasir yang dicurigai tak boleh ada dalam Revolusi. Saya tak tahu kapan pertama kalinya teror untuk kemurnian seperti itu terjadi—dan kapan pula akan berakhir. Di abad ke-20, sebuah revolusi lain melakukannya: Partai Komunis, di bawah Stalin, antara 1934 dan 1939, memenjarakan dan membunuh lebih dari 500 ribu orang. Dengan ”teror”-nya, Stalin menunjukkan bahwa komunisme seperti agama: keyakinan yang cemas akan ketidakmurnian. Seperti di wilayah Spanyol, di abad ke-16.

 

Categories
Berita

Rambut Antiangin Bag2

Beraneka motif dan beragam warna. ”Ada hijau, burgundi, biru, cokelat, tapi kebanyakan warna hitam,” tuturnya. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda ini sebenarnya sudah lama memilih bandana sebagai favorit dalam menunjang gaya berbusana. Bedanya, dia dulu cuma mengenakan bandana ketika pelesir pada akhir pekan.

Kini ikat kepala itu seolah-olah jadi aksesori wajib yang menyertai penampilan Retno dalam berbagai forum formal, baik di dalam maupun luar negeri. ”Sekarang kan banyak turun ke lapangan, lari ke sanasini. Tetap ingin tampil rapi, dong,” ujar diplomat lulusan De Haagse Hogeschool, Den Haag, Belanda, ini.

Categories
Berita

Rambut Antiangin

Retno Lestari Priansari Marsud Sebagai menteri di Kabinet Kerja, Retno Lestari Priansari Marsudi harus sering bolak- balik ke Istana Negara. Akti vitas itu tak hanya membuat Retno kian sibuk menyiapkan paparan isu terbaru kepada Presiden Joko Widodo, tapi juga kian repot menata dandanannya. ”Angin di Istana itu kencang sekali, bikin rambut morat-marit,” katanya di Jakarta, pertengahan Agustus lalu.

Biar tetap tampil modis di tengah terpaan angin Istana, Retno memilih mengoleksi bandana. Ia mengatakan aksesori itu membuat tatanan rambutnya tetap rapi meski diterpa angin kencang. ”Ia menjaga rambut saya tetap frm di tempatnya,” ujar Retno, 54 tahun. Koleksi bandana Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia ini mencapai puluhan helai.

Categories
Berita

Setelah Debora Meninggalkan Mitra Bag2

Rumah sakit tak bersedia menangani Debora karena kedua orang tuanya tak sanggup membayar di muka seluruh biaya perawatan Rp 19,8 juta. Saat itu Debora sangat membutuhkan perawatan di ruang khusus tersebut karena kondisinya kritis. Rudianto membawa Debora ke Rumah Sakit Mitra Keluarga setelah mendapati putri keduanya tersebut susah bernapas.

Pria 47 tahun itu dan istrinya panik karena mengetahui Debora memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik. Debora lahir prematur melalui operasi caesar. Rumah Sakit Cengkareng, Jakarta Barat, yang menangani persalinannya, memvonis Debora mengalami kelainan jantung. Tiga bulan kemudian, setelah kembali memeriksa Debora, rumah sakit yang sama menyatakan penyakit jantung bawaan itu sudah sembuh.

Categories
Berita

Menafsir Ulang Monumen Bag7

Dalam karya berjudul Eat Shit and Die itu, Awan membalut senapan dengan tempelan tuts-tuts keyboard komputer. Untuk karyanya itu, Awan menggunakan 300 papan tik komputer bekas. Karya Awan itu menyimbolkan apa yang kini dikenal sebagai keyboard warrior, orangorang yang berlindung di balik identitas anonim di dunia maya untuk menyebarkan kebencian dan kekerasan.

”Seperti AK-47 yang digunakan teroris, media sosial kini digunakan sebagai senjata yang ampuh dan menjangkau seluruh dunia,” ujar Awan. Ada yang betul-betul berani—lepas bebas menafsirkan monumen dalam bentuk abstrak. Karya Ivan Sagito, The Body Line in the Body, berupa tumpukan ramping belitan, tusuk-menusuk kayu-kayu sonokeling terasa kuat dan enak dipandang mata.

 

Categories
Berita

Menafsir Ulang Monumen Bag6

Beberapa karya berusaha melepaskan diri dari sosok monumen fguratif—tapi masih menyuguhkan monumen dalam bentuk simbol-simbol atau imitasi benda-benda yang memiliki konteks sosial yang kuat. Simaklah karya Teguh S. Priyono berjudul LOVE. Teguh membuat empat benda dari aluminium yang membentuk huruf L-O-VE di dinding. Namun huruf tersebut terbuat dari simbol militer atau kekerasan.

Huruf L terbentuk dari pistol laras pendek, O dari helm tentara, V dari pisau lipat, dan E dari garu. ”Saya mencoba menghindari konvensi patung pada umumnya yang monolit, masif, dan dingin,” ucap Teguh. Di sudut lain, Awan P. Simatupang menghadirkan 60 rangkaian senapan AK-47 yang tergantung di langit-langit dan membidik satu titik.

Categories
Berita

Kisah Rumah Boneka di Gunung Toga Bag9

Terjadinya perbedaan-perbedaan tekanan dari tiap negara, menurut Fathul, menandakan teater itu penuh kebinekaan, pluralisme, dan demokrasi yang menakjubkan. Pesan Ibsen melalui Rumah Boneka tentu menyadarkan kita akan arti pentingnya jati diri yang beragam dan saling menghargai serta pembebasan diri kita dari kerangkeng norma-norma, batasan-batasan sempit di ranah sosial, moral, pemikiran flosofs, hingga hukum, bahkan agama. Ibsen menulis Rumah Boneka bukan untuk bangsa tertentu, melainkan buat ”kemanusiaan sejagat” (humanisme universal). Lakon-lakon Ibsen sangat bernas untuk ”menghajar” hal yang jelek-jelek yang berlangsung dalam kemanusiaan kita.