Categories
Parenting

Founder TigaGenerasi Bag2

Online dan Offline

TigaGenerasi rutin menyampaikan ilmu-ilmu dan informasi penting mengenai parenting, juga kesehatan anak dan orangtua, khususnya kehamilan. TigaGenerasi memiliki tenaga profesional sebanyak 13 psikolog (keluarga, anak, klinis, digital parenting, pendidikan, dll.) serta 3 dokter (dokter anak, kebidanan dan kandungan, spesialis jantung, dan sebentar lagi akan bergabung dokter gigi).

Baca juga : Kerja di Jerman

Support system ini bergerak di dua lini, yakni online (digital) dan offline “Di website dan sosial media, TigaGenerasi rutin menyampaikan ilmu-ilmu dan informasi penting mengenai parenting, juga kesehatan anak dan orangtua, khususnya kehamilan,” paparnya. Forum diskusi di dunia maya pun, tak terkecuali forum diskusi untuk para pakar, terus dibangun dan dihidupkan. “Contoh, saat terjadi bom di Jakarta beberapa waktu lalu, kami membahasnya di forum psikolog.

Pembahasannya antara lain, layak tidak anak-anak mengonsumsi berita-berita bom. Nah, hasil dari diskusi tersebut akhirnya bisa kami tindak lanjuti dengan dibuatnya sebuah infografik menarik yang disebarkan lewat media sosial.” Esok harinya, infografik itu sudah tersebar di media mainstream nasional, termasuk televisi. TigaGenerasi pun menyediakan Forum tanya jawab dengan pakar di bidangnya.

“Untuk konsultasi, kami mempunyai layanan konsultasi online dan tatap muka, dari konsultasi tumbuh kembang, kesiapan sekolah, tes IQ, tes minat bakat, pemeriksaan psikologis, hingga CSR untuk kantor-kantor atau lembaga.” TigaGenerasi pun mempunyai support system offline melalui program kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah, seminar atau workshop keluarga, dan baby home care. Dari situ, Ui berharap di Indonesia jangan ada lagi orangtua yang galau lantaran tidak menemukan jawaban dari permasalahaan tumbuh kembang dan kesehatan anaknya.

Berempati Pada Anak Salah satu kunci memahami perilaku anak adalah dengan berusaha memahami apa dan bagaimana perasaan anak serta mencari tahu apa penyebab anak berperilaku negatif. Cobalah mendengarkan anak dengan saksama untuk menemukan penyebab perilakunya dan membantunya melewati masa-masa sulit. Kadang pelukan hangat pun cukup untuk menghentikan perilaku negatif anak. Setelah tenang, barulah kita membicarakan mengapa anak berperilaku demikian.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

 

Categories
Parenting

Kampanye Pentingnya Sarapan

Kebiasaan menyantap ma- kanan atau minuman di pagi hari sangat penting, terlebih lagi bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Asupan ini dapat memenuhi 25% sumber energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari. Sehubungan hal ini, melalui kampanye “Bulan Sarapan Sempurna”, Frisian Flag mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membiasakan sarapan sebelum memulai aktivitas.

Baca juga : Kerja di Jerman

Kampanye ini berlangsung pada 1-31 Maret 2016 dan diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat Indo nesia agar membiasakan diri untuk sarapan. Menurut data Persatuan Ahli Gizi Indonesia, hanya 1 dari 10 anak indonesia usia 2-12 tahun yang mempunyai kualitas sarapan dengan kualitas baik. “Berdasarkan analisis data konsumsi pangan Riskesdas tahun 2010, 40% anak-anak di Indonesia tidak sarapan karena berbagai alasan. Hal ini berpotensi mengakibatkan kekurangan gizi, termasuk vitamin dan mineral pada anak.

Membiasakan sarapan dapat memenuhi kecukupan stamina dan menjaga kesehatan, sehingga dapat menyerap pelajaran dan meningkatkan kosentrasi anak di sekolah,” kata Prof. Dr. Hardinsyah MS, selaku Ketua umum PERGIZI PANGAN Indonesia pada acara pembukaan kam panye di Senayan Diving Range, Jakarta. Di kesempatan sama, psikolog Roslina Verauli, MPsi.Psi mengungkapkan, sarapan dapat dijadikan ajang menjalin silaturahmi antarkeluarga.

“Di pa gi hari, saatnya ber kumpul sebelum memulai aktivitas masing-masing. Anak ke sekolah, ayah dan ibu mungkin ke kantor. Di sinilah tempatnya semua anggota keluarga berkumpul dalam satu meja bila makan siang ataupun makan malam tidak memungkinkan.” Hadir juga Spesialis Gizi Klinis Dr. dr. Samuel Oetoro, MS. SpGK yang mengatakan, “Kombinasi sarapan yang baik adalah penentu sumber energi setiap hari. Oleh sebab itu, kombinasinya harus memerhatikan karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Untuk mendapatkan kualitas hidup yang sempurna, anak juga harus mencukupkan tidurnya selama 8-10 jam agar imunitas tubuhnya baik.”

Keluarga Arie Untung dan Fenita Arie mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kampanye ini, mengingat kesibukan keduanya terkadang mengakibatkan intensitas pertemuan dengan kedua buah hatinya berkurang. “Tuntutan pekerjaan yang padat, kadang membuat kami tidak sempat menemani anak-anak makan siang ataupun makan malam. Namun saat sarapan kami berupaya untuk sarapan bersama. Buat saya sarapan sangat penting karena menjadi sumber energi sepanjang hari terutama anak-anak,” kata Arie.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Categories
Parenting

Main Dimana di Musim Hujan Bag2

Menyediakan berbagai macam alternatif permainan, akan memberikan anak ragam aktivitas yang berbeda, sehingga ia juga akan lebih “kerasan” di dalam rumah. Letakkan mainan di tempat-tempat yang mudah dijangkau, sehingga mudah bagi anak untuk memulai permainan. “Anak biasanya akan lebih excited jika memiliki ‘wilayah kekuasan’ sendiri, dimana mereka dengan bebas dan mudah menemukan barang-barang yang akan digunakan untuk bermain,” tutur Tri.

“ lowongan kerja perawat dengan program FSJ Jerman gratis untuk lulusan SMA “

Pantau secara berkala apakah batita sudah mulai jenuh dengan suatu permainan tertentu. Bila ya, tawarkan bentuk permainan baru atau kreasi baru dari permainan yang sedang dimainkan. Batita biasanya mudah jenuh dengan permainan yang memerlukan waktu lama, sehingga penting bagi orangtua untuk merancang permainan yang tidak terlalu rumit, namun merangsang rasa ingin tahu anak. Yuk, intip permainan apa saja yang bisa kita kenalkan!

Bermain dengan Kertas Kita hampir tak pernah kehabisan cara untuk memainkannya benda yang satu ini. Mama Papa dapat mengajak batita melakukan berbagai kegiatan, dari menggambar, mewarnai, hingga merobek, dan menempel kertas. Untuk kegiatan mewarnai, jika kita tak mahir menggambar, saat ini di berbagai media sosial tersedia banyak gambar kosong yang siap diwarnai.

Atau, kalau mau lebih unik lagi, siapkan sendiri gambar yang akan diwarnai si kecil dengan menjiplak gambar lain. Pilihan gambarnya bisa disesuaikan dengan kesukaan anak sehingga ia tak cepat bosan dengan kegiatan ini. Aktivitas mewarnai ini akan memerlukan alat bantu seperti pensil warna. Batita akan lebih mudah menggunakan krayon, karena lebih lembut daripada pensil warna.

Jangan kecewa bila goresan warnanya “melencer” ke sana kemari. Untuk menambah stimulasi pada anak dapat pula digunakan kuas dan cat warna. Batita dapat belajar macam-macam warna dan belajar men campur dua atau lebih warna untuk mendapatkan warna yang lain. Jika Mama Papa khawatir cat akan mengotori perabot atau baju anak, jangan lupa sediakan celemek plastik yang dapat digunakan oleh anak, serta alas plastik untuk area bermainnya. Dengan cat warna, batita juga dapat diajak membuat cetakan tangannya.

Categories
Parenting

Main Dimana di Musim Hujan

Musim hujan telah tiba. Mau main di luar, takut sakit. Main apa di dalam rumah, ya?  Musim hujan begini, apa boleh buat, Mama Papa harus putar otak mencari permainan dalam rumah yang cukup menantang untuk buah hati. Manfaat bermain di tempat terbuka, biasanya terkait dengan perkembangan motorik kasar, sementara permainan dalam ruangan, lebih banyak bermanfaat untuk mengasah motorik halus.

“ mengenal apa itu ausbildung Jerman dan bagaimana syaratnya kerja di Jerman “

Tentu, keduanya sama-sama harus dipelajari dan dikembangkan oleh si kecil. Selain menstimulasi kreativitas, per mainan dalam ruangan juga memberikan alternatif lain bagi anak untuk belajar berbagai konsep baru seperti tentang warna, bentuk, dan lainnya. Dengan memiliki berbagai macam alternatif aktivitas yang dapat dilakukan di dalam ruangan, batita akan lebih merasa nyaman dan “betah” di rumah. Tentu, bermain di mana pun, yang paling baik adalah berinteraksi dengan mama papanya.

Psikolog Tri Kurniawati Ambarini mengatakan, bermain merupakan media yang baik bagi orangtua dan anak untuk menghabiskan waktu bersama. “Baik bermain indoor ataupun outdoor, akan lebih baik jika didamping oleh orangtua. Keterlibatan kita dalam kegiatan bermain anak akan meningkatkan kelekatan dengan buah hati,” ujarnya. BERMAIN VS DISIPLIN Baik di dalam maupun di luar ruangan, waktu untuk bermain harus disesuaikan dengan waktu yang diperlukan batita untuk melakukan kegiatan lainnya, seperti tidur dan makan.

Meskipun bermain adalah hal yang mengasyikkan bagi batita, kita tetap harus mengajarkan disiplin padanya. Salah satu caranya dengan membagi waktu bermain dan waktu untuk kebutuhan lainnya. Misal, bermain dilakukan setelah makan pagi dan menjelang tidur siang, kemudian dapat dilanjutkan lagi setelah batita bangun tidur dan makan siang.

“Jangan sampai waktu bermain mengambil waktu batita untuk beristirahat atau untuk makan,” tegas Tri. Tri juga menegaskan, lebih baik bermain tidak dilakukan bersamaan dengan waktu makan. “Penting untuk mengajarkan kedisplinan waktu sejak batita, sehingga mudah bagi mereka untuk mengelola kegiatan yang akan dilakukan sejalan dengan pertambahan usia,” ujarnya. AWAS BOSAN! Tantangan lain dalam permainan di dalam ruangan adalah menghindari rasa bosan.

Categories
Parenting

Punya Rahim Gantung

Dokter judi yang baik. Saya (28) sudah menikah selama tiga tahun. Namun hingga kini belum hamil juga. Saya sudah berulang kali periksa ke dokter yang berbeda. Hasilnya sebagian besar sama, yaitu saya dan suami dinyatakan tidak ada masalah pada alat alat reproduksi, namun belum dikasih rezeki anak. Kami hanya diminta menjalani hidup sehat. Yang menarik, ada salah satu dokter yang mengatakan saya mempunyai rahim gantung. Apakah yang dimaksud dengan rahim gantung, dok? Apakah jika memiliki kelainan tersebut seseorang akan sulit untuk hamil?

Baca juga : toefl ibt jakarta

Bagaimana solusinya jika ingin hamil? Saya sangat menantikan jawaban dokter judi. Terima kasih. Nira nurahman – bandung saya sendiri tidak mengetahui apa yang disebut rahim gantung. Posisi rahim yang normal ada di tengah rongga panggul, arahnya bisa ke depan atas (antefleksi) atau ke belakang bawah (retrofleksi). Kebanyakan rahim normal posisinya antefleksi. Pada rahim retrofleksi, letak indung telur normal, tetapi posisi rahim menjauhinya, sehingga sering terjadi gangguan pada saluran telur (misalnya tertekuk) dan sulit hamil.

Pasangan suami istri (PASUTRI) yang ingin hamil harus sehat jasmani, rohani dan sosial agar janin yang kelak dikandungnya memang dipersiapkan dengan amat baik. Beberapa pemeriksaan dasar yang harus dilakukan pada Ibu adalah: (1) tanya jawab tentang haid (pertama kali, nyeri, jumlah, interval), riwayat penyakit, riwayat operasi, tingkat stres, adaptasi terhadap lingkungan bari; (2) Pemeriksaan fisik umum dan organ kandungan: TB, BB, IMT (indeks massa tubuh), galaktorea (keluar cairan dari puting susu: gangguan hormonal), periksa dalam (infeksi vagina, posisi rahim, massa, nyeri), Pap’s smear, pemeriksaan kuman vagina;

(3) pemeriksaan laboratorium: penapisan kencing manis, darah rutin, dan analisis hormon perempuan dan HSG (histerosalfingografi) untuk menilai rongga rahim dan saluran telur, apakah tersumbat atau tidak?; dan (4) USG transvaginal: rahim, indung telur, sel telur, kondisi endometrium (selaput lendir rongga rahim). Pada suami perlu dilakukan konsultasi ke Spesialis Andrologi untuk menilai fisik umum, kondisi organ kemaluan, dan analisis sperma. 6ebaiknya ,bu berkonsultasi dengan dokter kandungan di Poliklink Fertilitas RS Hasan Sadikin Bandung. Terima kasih atas pertanyaannya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

 

Categories
Parenting

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil

Sudah tepatkah pema- haman kita tentang pertumbuhan anak? Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel tubuh. Sel-sel tubuh yang bertambah menyebabkan peningkatan BB (berat badan), TB (tinggi badan) atau PB (panjang badan, istilah untuk bayi) dan LK (lingkar kepala). Memang, pertumbuhan pada tiap individu bisa saja berbeda, terutama TB yang dipengaruhi variasi genetik kedua orangtua.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Akan tetapi, anak sehat memiliki ciri tumbuh menurut usia dan jenis kelaminnya, yang bisa dilihat dalam grafi k pertumbuhan (growth chart). Jadi, optimal dan oke-tidak nya pertumbuhan bayi, ba lita, dan anak, tak bisa dilihat hanya berdasarkan satu faktor, BB-nya atau PB/ TB-nya saja. Itulah mengapa, anak yang kelihatannya kurus belum tentu pertumbuhannya jelek. Juga, bukan berarti anak yang tampaknya tinggi, pertumbuh annya oke. Hal tersebut diamini oleh Gladys Giovanni Anggasta.

Mama dari Gabriel Jedidiah (8 bulan) yang menuliskan pe ngalamannya di Fans Page nakita. Gladys bercerita kalau ia sempat panik ketika ada yang berkomentar negatif akan tumbuh kembang Gabriel. “Itu terjadi saat Gabriel dibilang kurus. Saya jadi enggak nyaman, seakan saya kurang memberi Gabriel makan dan lalai mengurusnya.” Gladys pun langsung berkonsultasi pada dokter.

Setelah Gabriel menjalani pengukuran BB, TB, LK, ternyata dokter menyatakan Gabriel berada dalam berat badan dan tinggi yang normal, pertumbuhannya pun sehat. Dari pemeriksaan itu, Gladys tersadar bahwa Gabriel tumbuh sehat, bahkan lebih cepat dibandingkan anak-anak sepantarannya yang lebih montok. “Jadi saya harus mengesampingkan stigma bahwa anak bayi harus montok.”

Nah, dari pengalaman Gladys, kita dapat memetik satu pelajaran, bahwa untuk menilai pertumbuhan anak, apalagi bayi/anak tidak bisa dengan kasatmata, namun memerlukan penilaian danpengukura n seperti yang dilakukan dokter pada Gabriel. Tidak susah, kok, melakukannya. Mau bukti? Yuk, simak pemaparannya di bawah ini.

TIGA ELEMEN UTAMA Jadi, untuk menilai pertumbuhan anak, ketiga elemen utama pertumbuhan ini—BB, PB/TB, dan LK—penting diperhatikan. Berikut penjelasannya. ‘ BB ANAK TIDAK BOLEH KURANG, JUGA TIDAK BOLEH BERLEBIH. Untuk dapat menilai BB ideal anak harus dilihat juga PB/ TB-nya, lalu dimasukkan (plot) ke kurva pertumbuhan untuk mengetahui, apakah termasuk dalam kategori kurang, berlebih, atau justru ada dalam rentang batas normal.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Categories
Parenting

Tahapan Persalinan Normal Bag2

Di fase aktif, frekuensi dan lama kontraksi akan terus meningkat secara bertahap. Jika kontraksi rahim baik, setiap jamnya pembukaan akan bertambah sekitar 1 cm. Kontraksi dianggap baik atau memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan masingmasing berlangsung sela ma 40 detik atau lebih. Saat terjadi kontraksi, dari vagina Mama juga akan keluar darah, lendir, serta air ketuban (pembukaan di atas 5 cm). Jika ketuban pecah sebelum pembukaan mencapai 5 cm, dokter akan mengatakan terjadi ketuban pecah dini (KPD).

“ lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ upstory ~

KALA 2 Tahap ini disebut juga fase pengeluaran bayi. Kala 2 dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir saat bayi sudah dilahirkan. Dokter atau bidan akan memastikan pembukaan sudah lengkap dengan cara melakukan pemeriksaan dalam atau melihat kepala bayi sudah tampak di vagina. Bila ini kelahiran pertama, proses pengeluaran bayi biasanya berlangsung sekitar 1,5-2 jam. 6ementara, bagi Mama yang sudah pernah melahirkan, kala 2 bisa terMadi dalam hitungan menit hingga dua jam.

Di fase ini, ketuban sudah pecah atau baru pecah spontan. Mama merasakan adanya peningkatan tekanan pada rektum dan vagina, karena posisi janin sudah berada di ujung jalan lahir. Kontraksi terjadi lebih sering, yaitu 3-4 kali tiap 10 menit. 6aat terMadi kontraksi, Mama akan merasakan munculnya dorongan ingin mengejan, tetapi harus ditahan sebelum dokter mengatakan Mama boleh mengejan.

Mama juga akan merasakan sensasi seperti terbakar pada perineum (area antara vagina dan anus), karena jaringannya telah meregang akibat dorongan janin. Dokter akan terus memantau penampakan kepala bayi melalui vagina. Terkadang dokter akan melakukan epi siotomi atau sayatan pada perineum untuk membuka jalan lahir bagi janin agar ia lebih mudah keluar.

Saat sebagian besar kepala bayi sudah terlihat (crowning), dokter akan menyuruh Mama untukw mendorong dengan kekuatan maksimal. Proses mendorong ini biasanya dilakukan beberapa kali sampai tubuh bayi keluar seluruhnya. Selamat, ya, Ma, si kecil sudah lahir! KALA 3 Fase ini terjadi setelah bayi lahir lengkap hingga plasenta keluar seluruhnya. Sekitar dua menit pascapersalinan, dokter akan memotong tali pusat. Sementara itu, proses pengeluaran plasenta sendiri biasanya berlangsung antara lima sampai 30 menit.

Categories
Parenting

Tahapan Persalinan Normal

Persalinan normal merupakan proses melahirkan paling ideal karena dilakukan secara alami. Artinya, bayi keluar melalui jalan lahir (vagina), tidak perlu menggunakan obat-obatan, risiko perdarahan kecil, dan proses pemulihan Mama berlangsung cepat. Selain itu, proses persalinan normal juga turut merangsang kelenjar susu untuk memproduksi kolostrum dan ASI yang diperlukan oleh bayi sejak ia dilahirkan.

“ info lengkap beasiswa kuliah di Jerman gratis untuk S2-S3 “ ~ upstory.org ~

Bayi yang dilahirkan secara normal pun, umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap alergi dan risiko yang rendah untuk menderita asma. Saat kehamilan Mama memasuki usia 37 minggu, artinya janin sudah siap untuk dilahirkan. Di saat ini, Mama tinggal menunggu munculnya tanda tanda persalinan, seperti: kontraksi, ketuban pecah, pembukaan mulut rahim, dll. untuk memastikan bahwa waktu melahirkan sudah tiba.

Mama yang baru melahirkan untuk pertama kali, umumnya akan menjalani proses persalinan cukup panjang, sekitar 10-20 jam. 6ementara, Mama yang pernah melahirkan normal sebelumnya, biasanya melalui proses persalinan yang jauh lebih cepat, cukup bebera pa jam saja. Yuk, pahami seperti apa tahapan persalinan normal yang terbagi ke dalam empat tahap yang disebut Kala ini!

KALA 1 Tahap ini disebut juga fase pembukaan, karena merupakan waktu terjadinya pembukaan serviks (mulut rahim) dari nol hingga lengkap. Kala 1 terbagi lagi ke dalam dua fase, yaitu: Fase Laten Ini adalah saat terjadinya pembukaan mulut rahim dari nol sampai tiga cm. Proses ini berlangsung sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap.

Umumnya, proses ini berlangsung selama delapan jam. Lebih dari itu, dokter akan meng anggap Mama tengah menjalani persalinan dengan kala 1 lama. Ada beberapa faktor yang me nyebabkan pembukaan mulut rahim berjalan sangat lambat sehingga kala 1 berlangsung lama, yaitu: – Kelainan letak janin, seperti: sungsang, melintang, presentasi muka, dahi, dan puncak kepala.

– Kelainan panggul, seperti: rongga panggul (pelvis) terlalu kecil dan cephalopelvic disproportion (CPD). – Kelainan his (kontraksi), yakni ketika kontraksi berlangsung lama (inersia uteri), terlalu kuat (inersia uteri sekunder), ataupun tidak terkoordinasi antara bagian atas, tengah, dan bawah (incoordinate uteri action). Fase Aktif Ini adalah saat terjadinya pembukaan mulut rahim dari empat sampai 10 cm (lengkap). Prosesnya berlangsung lebih cepat dibandingkan fase laten, yakni sekitar enam jam.

Categories
Parenting

Bantu Batita Mengembangkan Motoriknya

Si kecil dianugerahi energi yang melimpah ruah. Dia punya keinginan kuat, bahkan meluap-luap, untuk bergerak berkeliling, menyentuh dan mengambil benda-benda, serta mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Yuk, kita dukung eksplorasinya. “Anak-anak pada umumnya akan mengembangkan keterampilan fisik dalam urutan yang tidak dapat diprediksi. Tapi ada enam area dimana semua batita akan melakukannya, dan kita orangtua wajib mengetahui serta mendorongnya untuk mengeksplorasi,” demikian ujar Andrew Adesman, dokter anak dari rumah sakit Cedar Sinai di California dalam sebuah talkshow di CNN News-Health.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Seperti halnya bayi yang berguling sebelum ia akan merangkak, anak-anak batita yang “merambat” mengelilingi ruangan (bergerak dengan berpegangan dari satu benda ke benda lain) sebelum ia akhirnya dapat berjalan mandiri. Dan pada umumnya memanjat sebelum ia bisa melompat dengan kedua kaki. Rentang proses kemajuan anak ketika melewati urutan perkembangan semua itu sangat bervariasi. Meski begitu kita dapat membantu si kecil untuk mendorong perkembangan motorik batita, yang dibagi dalam enam area keterampilan berikut: 1. MENDORONG DAN MENARIK

Pada waktu si kecil belajar berjalan, mainan dorong-tarik adalah mainan sempurna untuknya. Mainan itu mengombinasikan keterampilan yang telah ia kembangkan, yaitu untuk bisa mendorong tubuhnya dari lantai dan untuk menarik dirinya ke posisi berdiri. Dengan keterampilan yang sangat diinginkannya, yaitu menggerakkan tubuhnya ke arah depan.

Mobil-mobilan serta truk mainan yang ukurannnya cukup besar yang bisa didorong ketika ia berdiri adalah pilihan baik. Carilah yang memiliki pegangan tinggi terbuat dari plastik kokoh dan kursi yang bisa diduduki. Mama juga dapat memberikan si kecil berupa kereta belanja plastik atau mainan dorong yang lainnya. Setelah si batita sudah mampu untuk menyeimbangkan diri dan berjalan, berikan ia mainan binatang dengan tali untuk ditarik dan diajak berjalan-jalan. 2. BERGOYANG DAN BERGULING

Setelah si kecil mengetahui bahwa kakinya merupakan bagian tubuh utama untuk bisa bergerak, dia akan senang menggunakan kakinya untuk menjelajahi dunia di sekitarnya. Di tahap usia ini, mainan kendaraan beroda besar adalah pilihan terbaik, dengan pusat gravitasi terletak di bagian bawah sehingga anak akan merasa lebih aman.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Hal Tentang Bayi Yang Bikin Takjub Bag4

Hanya karena bayi Mama senang menunggu sampai 17 bulan sebelum melakukan langkah pertamanya bukan berarti dia tidak akan bisa berlari cepat ke arah Mama. “Putra saya tidak mau berjalan hingga ia berumur 15 bulan,” ujar salah seorang mama. “Saya tadinya mengira hal itu merupakan penanda kete rampilan atletiknya di masa depan, tapi ternyata sejauh ini dialah yang paling atletis di antara ketiga anak saya.”

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta dan program beasiswa kuliah di Jerman untuk kuliah di sana “ upstory.org ~

Terkait perkembangan wicara, Ruth menjelaskan perkembangan wicara anak yang terjadi sejak dini terkadang bisa dikaitkan dengan prestasi akademis yang baik di kemudian hari, tapi hal itu tidak berlaku sebaliknya. Apabila si kecil terlambat bicara bukan ber arti ia tidak akan bisa menyelesaikan ulangan bahasa Indonesianya saat duduk di bangku kelas 3 SD. (Siapa yang tidak mengenal Einstein dan Einstein diketahui sebagai anak yang terlambat bicara). Gopnik mengibaratkan perkembangan bayi layaknya sistem dinamik nonlinear.

“Mama tidak mungkin bisa membuat prediksi yang spesifi k atas seseorang berdasarkan kapan mereka mencapai tonggak-tonggak perkembangannya. Hal itu tak ubahnya mencoba memprediksi cuaca 30 tahun yang akan datang.” Meski begitu, jika si kecil tidak mencapai tonggaktonggak perkembangannya sesuai panduan perkembangan yang umum berlaku, bicarakan hal itu dengan dokter anak Mama. (Bayi yang lahir prematur seringnya membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa mencapai tonggak-tonggak perkembangan). 5. Belajar lebih banyak lewat mengobrol.

Di toko mainan mana pun, Mama akan bisa menemukan beragam produk yang dirancang untuk mendorong perkembangan otak bayi. Selain itu, Mama juga bisa menemukan beragam jenis kelas olahraga dan musik khusus bayi di kota Mama. Mainan memang akan menghibur si kecil dan kelas-kelas itu merupakan cara sangat baik untuk bertemu orangtua lain, tapi apakah si kecil akan tertinggal dari bayibayi lain jika Mama tidak memberikannya mainanmainan itu atau memasukkannya ke dalam kelaskelas tadi? Jawabannya, tentu tidak! Tidak ada yang bisa menggantikan eksplorasi gaya kuno dan juga interaksi dalam membantu perkembangan intelektual bayi.