Categories
Parenting

Mendukung Pembentukan Organ

Di tiga bulan pertama kehamilan berlangsung pembentukan cikal bakal organ vital janin, seperti: otak, jantung, sistem saraf, dan rangka tubuh. Agar kandungan Mama senantiasa sehat dan janin bertumbuh dengan normal, diperlukan asupan nutrisi yang cukup, selain tentunya cara berpikir yang positif dan pola hidup sehat sepanjang kehamilan. Pada pemeriksaan kehamilan pertama, biasanya dokter akan meresepkan suplemen berupa vitamin dan mineral untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan janin.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Suplemen ini sebenarnya bersifat sebagaipelengkap dari asupan gizi yang sudah didapat mamil dari makanan sehari-hari. Mengapa mamil perlu mengonsumsi suplemen? Karena, asupan gizi yang didapat dari konsumsi makanan harian biasanya tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi Mama yang meningkat semasa hamil dan akan diserap oleh janin. Sementara, beberapa penelitian menyebutkan, kekurangan asupan sejumlah vitamin dan mineral penting di saat hamil dapat memperbesar risiko terjadinya keracunan kehamilan (preeklamsia dan eklamsia), kelainan kongenital, berat lahir bayi rendah, serta meningkatnya kemungkinan melahirkan secara sesar.

Bolehkah Beli Sendiri?

Pada umumnya, semua vitamin yang dibutuhkan mamil dijual bebas dan mudah dibeli di berbagai toko dan apotek. Namun, Ashlesha Dayal, MD, profesor bidang obstetri danginekologi serta kesehatan perempuan di Montefi ore Medical Center di Bronx, New York, menganjurkan mamil untuk mengonsumsi vitamin sesuai resep dari dokter. Mengapa? Ini alasannya, Ma: • 9itamin yang diMual bebas tidak semuanya dikhususkan untuk mamil sehingga takarannya bisa jadi tidak sesuai dengan kebutuhan harian mamil (terlalu banyak atau terlalu sedikit).

  • 7erkadang, satu Menis Yitamin digabungkan dengan vitaminjenis lain (multivitamin) yang bisa jadi tidak terlalu dibutuhkan oleh mamil. • 6ebagian Yitamin memiliki kandungan herbal yang belum tentu aman bagi janin. Vitamin yang diresepkan oleh dokter obgin biasanya sudah memiliki takaran yang pas untuk dikonsumsi harian oleh mamil. Dengan begitu, kita tidak perlu repot-repot lagi menghitung-hitung dosis aman konsumsi suplemen sebagaimana jika membelinya sendiri di toko atau apotek. Jadi, Ma, ingat selalu, ya untuk meminta resep pada dokter bila Mama merasa membutuhkan suplemen vitamin tertentu.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Categories
Parenting

Seputar Puasa Dan Gizi Bag2

¦ Adakah tip khusus mengenai cara memasak (digoreng, direbus)? Cara memasak yang sehat adalah dengan dikukus, terutama pada saat sahur supaya tidak memberatkan kerja lambung. Selain itu, makanan yang digoreng membuat kita lebih cepat merasakan haus. Saat menggoreng selalu menggunakan minyak goreng yang baru, karena minyak goreng yang sudah mengalami beberapa kali pemanasan bersifat karsinogenik yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

¦ Bagaimana mengatur jadwal olahraga agar tidak dehidrasi? Olahraga yang tepat saat berpuasa adalah aktivitas gerak tubuh yang sesuai dengan kondisi saat berpuasa, bisa berupa jalan kaki santai dan relaks yang dilakukan kurang lebih 30 menit. Hal ini berkaitan dengan pengeluaran keringat yang dapat menimbulkan dehidrasi. Bisa juga bulu tangkis ringan 1—2 set. Sebaik nya dilakukan satu jam sebelum berbuka atau 2 jam setelah berbuka puasa. ¦ Bagaimana mengatur jadwal tidur, berkegiatan, dan beribadah agar tidak cepat merasa letih dan lesu? Sebaiknya tidak tidur setelah makan sahur supaya tidak merasa lemas paginya.

¦ Bagaimana agar puasa bisa mendukung program diet penurunan berat badan? Agar program diet bisa tetap berlangsung sebaiknya tidak makan berle bihan, karena biasanya orang cenderung makan berlebihan setelah buka puasa, banyak camilan gorengan, manis, dan berlemak.

Tip Berpuasa Bagi Pasien Diabetes Melitus

Berikut ini sejumlah tip dari dr. Untung Sudo mo, SpPD, KGEH, Spesialis Penyakit Dalam di RS Meilia Cibubur: ? Dua-tiga bulan menjelang Ramadan, gula darah harus sudah terkontrol. Dokter akan menurunkan obat DM ¾ dosis harian pra Ramadan. ? Minum pada waktu buka 30-50 cc/kg berat badan bertahap (jangan sekaligus). Konsumsi makanan ringan/jangan terlalu banyak/jangan terlalu manis, karena akan membebani kelenjar pankreas (produsen insulin) bekerja berlebihan. Buah segar lebih baik untuk pembuka dibanding dengan se mangkuk kolak.

? Makan sahur harus menjadi kewajiban. Laku kan hal ini mendekati waktu imsak. ? Pantau gula darah waktu puasa dan 2-3 jam setelah makan dan minum obat. Laku kan hal tersebut terutama pada hari-hari per tama puasa. ? Waspadai tanda-tanda hipo (kadar gula darah terlalu rendah) yang biasanya terjadi sore hari menjelang buka puasa.

Dikatakan hipo bila: ? Kadar gula darah kurang dari 60 mg/dl mes ki tanpa gejala. ? Kadar gula darah kurang dari 80 mg/dl de ngan gejala: gelisah/gemetar/berdebar; li dah/bibir kesemutan; penglihatan ganda/ kabur; bingung. Bila berlanjut bisa kejang kejang. Bila mengalami hipo: Batalkan puasa, segera minum air gula (bu kan gula diet) sampai keadaan pulih. Hubungi dokter.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Categories
Parenting

Kejadian DG Dipengaruhi Oleh Jenis Kelamin Janin

TANGGAPAN PAKAR: Memang ada suatu penelitian retro spektif (studi yang didasarkan pada ca tatan medis, mencari mundur sampai waktu peristiwanya terjadi di masa lalu) yang mendapatkan mamil yang me ngandung janin laki-laki memiliki tingkat resistansi insulin lebih tinggi diban dingkan dengan yang mengandung janin perempuan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Lebih jauh peneliti an ini juga menemukan, mamil yang mengan dung janin laki-laki memiliki risiko 1,3 kali untuk menderita DG dibandingkan mamil yang mengandung janin perempuan. Namun, secara teoritis peneliti belum dapat menjelaskan mekanisme pasti temuan ini. Secara pasti penelitian belum dapat menjelaskan bagaimana jenis kelamin dapat memengaruhi terjadinya DG. Namun, diperkirakan hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu adanya pengaruh kromosom Y melalui senyawa yang belum diketahui terhadap hormon plasenta, seperti laktogen dan prolaktin.

Hormon plasenta ini berperan meningkatkan resistansi insulin dan berkurangnya kompensasi terhadap pe ningkatan gula darah pada mamil yang mengandung janin laki-laki ter sebut. Cara meminimalkan risiko DG tetap dengan mememodifikasi gaya hidup melalui olahraga dan mengonsumsi diet sehat yang telah dianjurkan.

# Mamil dengan DG perlu mengonsumsi probiotik. Studi yang dilakukan University College Dublin menemukan manfaat mengonsumsi probiotik selama hamil, terutama bagi para mamil yang mengidap DG. Dari penelitian ditemukan, pemberian probiotik secara teratur pada mamil de ngan toleransi glukosa yang abnormal, tidak bisa membantu mengendalikan kadar gula darah. 1amun terlihat perubahan yang signifi kan pada kadar kolesterol LDL dan kolesterol total. Dari studi ini terlihat, probiotik memiliki peran penting dalam memperbaiki prRfi l metabRlisme selama kehamilan se hingga para mamil dapat terhindar dari risiko sindrom metabolisme maupun penyakit kardiovaskular.

TANGGAPAN PAKAR: Suatu penelitian systematic review dengan mengkaji beberapa penelitian yang dilakukan terhadap perempuan hamil sehubungan dengan penggunaan probiotik mendapatkan bahwa probiotik ber man faat terhadap mamil dalam hal me nurun kan resistansi insulin, mencegah preeklamsia, dan menurunkan risiko terjadinya DG. Hal ini mungkin berhubungan dengan khasiat probiotik dalam meme ngaruhi sistem imun dan produksi sitokin-sitokin proinflamasi senyawa-senyawa yang bersiIat memicu peradangan  (proinflamasi).

Senyawa-senyawa itu memperburuk terjadinya resistansi insulin sehingga menyebabkan peningkatan gula darah. Pemberian probiotik di sisi lain berperan meningkatkan kadar antioksidan di dalam darah, contohnya GSH (glutation) yang berguna untuk menurunkan peradangan tersebut (menurunkan stres oksidatif ), sehingga diharapkan memper baiki resistansi insulin dan sekaligus memper baiki gula darah. Temuan ini tentu saja masih membutuhkan penelitian-penelitian lain untuk mengungkapkan bagaimana mekanisme kerja probiotik dalam mencegah DG dan resistansi insulin terebut.

Categories
Parenting

Gangguan Henti Napas Saat Tidur

# Mamil dengan DG alami gangguan henti napas saat tidur. Studi dari Thailand menemukan , perempuan hamil Asia yang menderita diabetes selama kehamilan, biasanya akan mengalami gang guan obstructive sleep apnea (OSA) atau gangguan henti napas saat tidur. Gangguan OSA, kata Sirimon Reutrakul, MD, asisten profesor dari Mahidol University Faculty of Medicine, Bangkok, Thailand, yang ambil bagian dalam studi ini, merupakan salah satu gangguan yang menyertai perempuan dengan DG.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

TANGGAPAN PAKAR: Suatu penelitian yang membandingkan kejadian OSA antara mamil dengan DG dan non-DG, hasilnya malah menyebutkan mamil dengan ‘* berisiko 3-4  kali lipat mengalami OSA dibandingkan dengan mamil normal. Hal ini terjadi karena OSA memiliki kaitan erat de ngan resistansi insulin. Namun demikian, penelitian ini merupakan penelitian berskala kecil yang melibatkan 15 perempuan hamil sehingga dibutuhkan penelitian yang melibatkan pasien lebih banyak agar dapat diambil kesimpulan yang lebih meyakinkan. OSA pada mamil berpengaruh terhadap tersumbatnya alir an udara yang mengakibatkan penurunan oksigen.

Kondisi ini membuat mamil mudah terba ngun dan tentunya berpengaruh pada kualitas tidur mamil. Dampak lebih lanjutnya, kadar oksigen yang menurun secara berkala saat tidur akan menghambat pertumbuhan janin, umumnya berat badan janin jadi lebih kecil diban dingkan usia kehamilan. Untuk mengatasi, mamil sebaik nya menggunakan obat tetes hidung berbahan air garam sebelum tidur agar tak terjadi penyumbatan di hidung.

Selain itu, mamil disarankan tidur dalam posisi miring, karena posisi ini mampu menjaga lidah dan jaringan lunak di mulut tidak jatuh ke belakang yang dapat menghambat masuknya aliran udara. Atur pula posisi kepala lebih tinggi agar mempermudah pernapasan dan mendorong lidah serta rahang untuk ber gerak ke depan.

# Kejadian DG dipengaruhi oleh jenis kelamin janin. Menurut studi yang dimuat di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, risiko mamil mengalami DG atau hiperglikemia dapat lebih besar apabila janin yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian ini juga mengungkap, meski mengan dung bayi laki-laki dapat meningkatkan risiko DG, bukan berarti risiko ini akan semakin tinggi untuk terjadi kembali pada kehamilan berikutnya.

Sumber : pascal-edu.com