SAYAP DEPAN TANPA HARAPAN

Untuk menghadapi F1 ronde kelima di sirkuit Barcelona, Spanyol (12/5), Scuderia Ferrari F1 Team sempat melakukan ubahan pada sayap depan Ferrari SF90 milik mereka. Alasannya untuk mendapatkan downforce yang diperhitungkan akan lebih optimal. Downforce yang optimal akan berdampak positif pada kinerja ban saat balapan, jadi tidak akan cepat tergerus. Namun ubahan itu nampaknya tidak memberikan dampak yang siginifkan. Kedua pembalap Scuderia Ferrari F1 Team, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel baru bisa mencatatkan waktu tercepatnya dengan ban kompon lunak.

Dengan kompon ban yang sama, duo pembalap Ferrari ini justru sama sekali tidak mengungguli duo Mercedes AMG Petronas Motorsport, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. “Apa yang kami dapat di Spanyol kali ini sama sekali tidak mencapai ekspektasi kami pada aerodinamika yang baru,” tutur Pimpinan Scuderia Ferrari F1 Team, Mattia Binotto. “Kecepatan kami di trek lurus cukup bagus, tapi tidak cukup untuk menjaga kecepatan di tikungan cepat Sekarang kami akan menganalisa ulang, karena kami sama sekali tidak menemukan celah untuk mengalahkan Mercedes di Spanyol,” bingung Binotto.

SALAH STRATEGI

Ditambah, para pembalap Ferrari salah strategi saat pergantian ban saat balapan berlangsung. Vettel yang lebih awal masuk pit mengganti ban dengan kompon medium di lap 19, lalu Leclerc yang mengganti ban kompon keras di 6 lap berikutnya. Strategi penggunaan ban keras dan diganti lebih awal bertujuan memangkas waktu dan jarak karena duo Mercedes belum mengganti ban. Dalam perhitungannya, Hamilton dan Bottas akan menggunakan ban dengan kompon keras untuk durabilitas.

Kejutan! Hamilton dan Bottas tetap melakukan dua kali pit stop dengan mengganti ban kompon medium dan lunak. Ban medium hanya digunakan untuk menjaga konsistensi waktu per lap saja. Ban kompon lunak digunakan di pengujung balapan untuk terus membuka jarak. Benar saja, duo Mercedes tak tergusur dari dua posisi terdepan. “Kami sudah mencoba untuk menggunakan ban medium dan ban keras saat latihan dan kualifkasi.

Catatan waktu kami malah menurun dan kami pilih kompon medium hanya untuk menjaga posisi,” ucap Toto Wol? Pimpinan Tim Mercedes AMG Petronas Motorsport. “Lalu kami meminta semua pembalap kami untuk kembali menggunakan ban kompon lunak agar terus berada di posisi terdepan. Strategi ini berhasil, kami masih mendominasi di lima seri pertama. Sebuah pencapaian baru bagi tim kami,” Wol? menambahkan.

TUNGGU PENANTANG

Terus mendominasi dua posisi teratas dalam lima seri pembuka secara beruntun memang sebuah hal yang baru dalam sejarah F1. Lantas, apakah pembalap Mercedes merasa akan terus berada di atas angin? “Banyak hal yang bisa menentukan faktor kemenangan. Saya selalu lebih cepat dari Hamilton sejak Jumat, tapi mendapatkan masalah teknis sesaat sebelum mulai balapan.

Shifter saya sedikit tersangkut dan agak sulit melakukan akselerasi,” ucap Bottas. “Pada akhirnya hal yang bisa saya lakukan hanya mengejar Hamilton yang semakin jauh, tapi ini memang hari keberuntungan baginya,” tambahnya. Meski mengalami masalah, pembalap asal Finlandia itu tetap tidak mendapatkan perlawanan dari Duo Ferrari ataupun dari Max Verstappen (Aston Martin Red Bull Racing) yang membuntuti di posisi ketiga. Verstappen berhasil meraih podium ketiga saat pembalap Ferrari hanya terpaku di posisi empat dan lima karena salah strategi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *