Categories
Tekno

Radiasi Elektromagnetik

Telepon DECT cordless adalah salah satu sumber radiasi terbesar di ruangan kerja. Frekuensinya berkisar 1.8 – 1.9 ghz. Sinyal transmisinya memakai frekuensi 100 hz agar beberapa telepon bisa meng akses base station dalam sebuah metode time slot. Limit: Beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, mengatur power limit base station 250 mw (300 m di outdoor) dan (50 m di indoor). itu artinya, daya transmisi berkisar 10 mw unutk setiap telepon. Risiko: Base station lama (tanpa kontrol daya transmisi) akan selalu mentransmisikan sinyal dengan daya maksimum saat adanya panggil an. dengan nilai SaR berkisar 0.1 w/kg, model tersebut relatif tidak berbahaya. hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan sinyal seperti ini bisa berbahaya bagi pengguna. Tips: gunakan model dengan level radiasi rendah (menyediakan kontrol daya transmisi, kondisi idle tanpa kontrol sinyal). Tempatkan base station di lokasi terpisah dan gunakan juga handsfree.

Polutan

Berdasarkan hasil suatu studi tahun 2008 lalu, disimpulkan bahwa saat bekerja, printer laser melepaskan partikel debu dan beragam material lainnya (volatile, semi-volatile, dan non-volatile). Limit: Seperti halnya level kebisingan, belum ada aturan jelas di berbagai negara yang mengatur batas emisi partikel debu (nano particle) di dalam ruangan. Risiko: Menurut riset, seseorang pasti memilki risiko kesehatan terhadap paparan emisi dari berbagai peralatan kantor. namun, tingkat risikonya dapat dikatakan relatif rendah. Tips: perhatikan agar laser printer memiliki sertifikat global dalam aspek lingkungan (green certification and Ecolabeling, atau sejenisnya). Tempatkan printer di ruangan tersendiri dengan sistem ventilasi. gunakan proteksi saat penggatian toner dan bersihkan toner dengan kain basah. apabila kulit terkena, bersihkan segera dengan menggunakan sabun dan air dingin.

Categories
Parenting

Ajakan Peduli Sanitasi

Menurut data Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia (MDG), target pemenuhan akses sanitasi layak pada 2015 harus mencapai 62,41%. Di Indonesia, baru 56,24% rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, dengan NTT (Nusa Tenggara Timur) menempati posisi terendah, yakni 30,5%. Fakta inilah yang melatarbelakangi Unilever bersama Save The Children meluncurkan program “Project Sunlight”.

Maria Dewantini Dwianto, Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk, dalam acara temu wartawan (03/02) di Jakarta mengatakan, “Sanitasi merupakan masalah yang kerap memupuskan mimpi anak akan masa depannya. Sebagai bentuk nyata, dukungan dari masyarakat akan kami aktualisasikan dalam bentuk penyediaan edukasi dan pembangunan fasilitas sanitasi,” kata wanita yang akrab dipanggil Mia ini.

Project Sunlight juga merupakan perwujudan dari Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang bertujuan mengajak jutaan orang di seluruh dunia untuk mewujudkan hari esok lebih cerah bagi anak-anak dan generasi mendatang, dengan menerapkan cara hidup yang lebih lestari (sustainable), dengan menginspirasi masyarakat melakukan tindakan nyata. Ricardo Caivano, Country Director Save the Children pada kesempatan sama mengatakan, lembaganya memiliki komitmen jangka panjang untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap kesehatan dan pendidikan dasar yang berkualitas.

Salah satunya, sanitasi yang baik merupakan modal dasar anak Indonesia untuk terus sehat. Kali ini, program akan menjangkau 21 sekolah dan 4,600 anak di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT. Nugie dan Mona Ratuliu, dua publik figur yang hadir dalam acara ini sangat mendukung program tersebut dan ikut mengampanyekan di berbagai kesempatan. Sementara Dira Noveriani, Duta Project Sunlight, menyampaikan rasa bahagianya atas dukungan yang luar biasa dari masyarakat untuk Project Sunlight.

Kesehatan dan pendidikan adalah kesatuan hal yang penting untuk anak-anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pendidikan yang penting adalah masalah bahasa. Selain bahasa negara dan bahasa daerah tentunya anak juga harus memiliki keterampilan berbahasa asing untuk masa kini. Tempat terbaik untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing adalah lembaga belajar bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik. Sehingga anak memiliki bekal bahasa asing untuk masa depannya di kemudian hari.