Belajar Coding untuk Perempuan dan Sharing Lewat WA WEB

Belajar Coding untuk Perempuan dan Sharing Lewat WA WEB – Siapa bilang urusan coding hanya dimiliki oleh kaum adam? Komunitas ini membuktikan bahwa wanita juga patut diperhitungkan dalam dunia coding yang dianggap rumit bagi sebagian orang. C oding memang masih merupakan sebuah “benda” yang menakutkan bagi sebagian orang. Bahkan, sam- pai saat ini masih banyak yang menganggap coding adalah aktivitas yang lebih banyak menimbulkan ke- rugian dibandingkan manfaat positifnya. Padahal, dari coding inilah, semua hal keamanan bisa dirasakan bagi banyak orang. Namun, dengan semakin berkembangnya ilmu komputer dan sains, berdampak langsung dengan semakin banyak juga penggemarnya. Kini, istilah coding bisa dirasakan bagi setiap orang.

Bahkan mulai dari tingkat Sekolah Menengah Atas, sudah bisa didapatkan bibit-bibit programmer. Menurut sebuah data yang diberikan oleh komunitas Cewek Coding dari GirlsWhoCode, 74% anak perempuan yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas masuk dalam peminatan Sains, Teknologi, Tek nik dan Matematika. Jumlah yang cukup banyak dibandingkan era sebelum tahun 2000-an. Namun sa yangnya, begitu mereka masuk perguruan tinggi besar, ternyata hanya 0,3% saja yang terserap masuk ke jurusan TI maupun Teknik. Angka para mahasiswi yang lulus dari bidang teknik pun masih kecil. Dari lulusan jurusan ilmu komputer, 12% diantaranya adalah mahasiswi. Sementara 57% dari gelar sarjana yang diperoleh oleh para mahasiswi, hanya 12% saja yang berasal dari lulusan TI (ilmu Komputer) dan Teknik. Jadi, bisa dikatakan, di ruangan yang penuh dengan 25 enginer, hanya ada ada 3 perempuan di dalamnya. Latar belakang dan tujuan Kesenjangan gender juga terjadi di Silicon Valley. Sampai saat ini, masih banyak tenaga ahli dari kaum adam dibandingkan hawa.

Hanya 17 persen pekerja teknologi di Google adalah perempuanm dan 15 persen di antaranya ada di Facebook. Statistik yang sama dapat ditemukan di sebagian besar perusahaan teknologi besar. Dari latar belakang inilah, Wiedha, Carisa, dan Femme mendirikan komunitas Cewek Coding. Komunitas Cewek Coding berusaha untuk membalikkan angka-angka tersebut dengan cara membentuk komunitas. Komunitas bentukan mereka inilah yang memiliki tujuan menutup kesenjangan gender dalam hal teknologi, terutama di negara Indonesia. Ketiga pendiri tersebut juga merupakan para pemenang Information System Case Competition dengan tema Internet of Things yang berlangsung belum lama ini. Komunitas Cewek Coding hadir dengan banyak program yang menarik di dalamnya karena mereka berusaha keras untuk menarik lebih banyak lagipara perempuan Indonesia untuk mempelajari ilmu komputer. Dalam aktivitas kesehariannya, komunitas ini sering melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan-perusahaan teknologi seperti Intel dan Microsoft. Para anggota komunitas bahkan diberi kesempatan melatih guruguru Sekolah Menengah Atas, membuat kurikulum pemrograKetiga pendiri komunitas Cewek Coding merupakan pemenang dari event Information System Case Competition dengan tema Internet of Things, dengan juri Adiatmo Rahardi, ketua Komunitas Robot Indonesia. man dasar, hingga mengelola kunjungan lapangan serta menawarkan bimbingan untuk para mahasiswi di saat liburan semes_ ter.

Kerjasama dengan Berbagai Pihak Salah satu tujuan dasar dari program-program yang dimiliki komunitas ini adalah mencapai lebih banyak kaum perempuan muda untuk menggeluti dunia teknologi dan TI. Hal ini berarti mereka harus beraktivitas secara fleksibel. Oleh sebab itu, mereka bermitra dengan banyak perusahaan teknologi untuk mengkampanyekan dan menjadikan tuan rumah bagi yang baik bagi para lulusan TI dari kaum perempuan. Demi mencapai tujuan tersebut, komunitas ini juga sering memberikan pelatihan dan visi tentang dunia teknologi, terutama ilmu komputer. Mereka bahkan sering diundang dalam berbagai event teknologi yag ada saat ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *