Jokowi Tunda Kunjungi Korban Gempa Lombok

JAKARTA — Presiden Joko Widodo memutuskan menunda kunjungannya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk menjenguk para korban gempa. Dia mengurungkan diri terbang ke Lombok lantaran faktor keamanan. “Karena ini masih ada gempa-gempa (susulan), saya disarankan ke sana hari Minggu, Senin, atau Selasa,” kata dia di Istana Negara, kemarin. Sebelumnya, ada desakan yang meminta pemerintah segera menetapkan peristiwa gempa 7 skala Richter tersebut sebagai bencana nasional. Namun Presiden Jokowi mengaku bahwa pembahasan perihal status bencana nasional itu tengah dilakukan dengan para menteri dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi. Kemarin, sejumlah menteri hadir dalam rapat terbatas membahas penanganan bencana gempa di Lombok. Gempa berkekuatan 7 skala Richter mengguncang Lombok dan sekitarnya pada Ahad lalu. Hingga Kamis lalu, sebanyak 318 gempa susulan terjadi.

Namun hanya 17 gempa yang dapat dirasakan masyarakat. Gempa juga menewaskan 321 jiwa dan mengakibatkan 67.875 unit rumah rusak. Data tersebut kemungkinan besar masih bisa bertambah lantaran proses evakuasi terus dilakukan tim gabungan. Presiden Jokowi telah menyatakan akan memberikan bantuan pemulihan untuk rumah-rumah yang rusak. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan pemberian bantuan berkisar dari Rp 10 juta hingga Rp 50 juta berdasarkan kondisi kerusakan yang terjadi. Untuk setiap rumah yang rusak berat, pemerintah bakal menggelontorkan dana Rp 50 juta. Bagi yang mengalami rusak sedang, akan diberi Rp 25 juta.

Sedangkan rumah yang mengalami rusak ringan akan diberi bantuan senilai Rp 10 juta. Namun Basoeki mengingatkan ada syarat dan ketentuan yang berlaku bagi korban penerima bantuan. Pemerintah mewajibkan masyarakat menerapkan model konstruksi tahan gempa jika hendak membangun kembali rumahnya. “Itu harus. Kalau enggak, itu mengulangi kesalahan yang lalu dengan konstruksi yang tidak tahan gempa,” ucapnya. Basoeki mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki sementara, terdapat 22.721 unit rumah yang mengalami kerusakan. Sebanyak 12.278 unit rusak ringan, 723 rusak sedang, dan 9.220 rusak berat. Rumah yang masuk kategori rusak berat adalah yang ambruk total, sementara rusak sedang masih berdiri tapi tidak bisa dihuni. Sedangkan rumah yang rusak ringan masih bisa dipakai sebagai tempat tinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *