Menteri Keuangan Perbanyak Insentif Pajak Bagian 2

Sewaktu dolar kuat, beliau memperkuat usahanya. Jangan seperti teman-temannya yang malah cari mobil, rumah, dan istri baru.” Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak telah memberikan potongan pajak penghasilan final bagi pelaku usaha kecil dan menengah dari 1 per sen menjadi 0,5 persen.

Direktur Jenderal Pajak, Robert Pakpahan, menga takan diskon itu diberikan lantaran kepatuhan pelaku usaha kecil-menengah meningkat. Selain pendanaan dan insentif fiskal, pemerintah sebenarnya mendorong ekspor dengan memper banyak agregator ekspor melalui badan usaha milik negara. Tapi kegiatan tersebut belum masif. “Setahu saya baru ada di Aceh dan Palembang untuk kerajinan perak,” kata Ketua Asosiasi Usaha kecil-Menengah, Ikhsan Ingratubun.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan sulit membuat neraca perdagangan negara surplus jika pelaku usaha tak mau mengembangkan bisnisnya. Sebab, produk ekspor di Tanah Air masih didominasi komoditas mentah atau produk primer. “Enam bulan ini neraca defisit empat bulan. Surplus kemarin hanya karena harga barang primer sedang naik,” kata Oke.

Melansir data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan defisit pada Januari, Februari, April, dan Mei sekitar US$ 4 miliar. Sedangkan surplus pada Maret dan Juni cuma US$ 2,9 miliar. Walhasil, hingga semester I 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit US$ 1 miliar. Neraca dagang yang defisit juga membuat nilai tukar rentan berfluktuasi. “Menahan impor tidak bisa dilakukan dengan mudah karena butuh infrastruktur yang tidak bisa disediakan dengan cepat,” kata Oke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *